TERAPI
KOGNITIF PADA PASIEN LANSIA
DENGAN
GANGGUAN
KEPRIBADIAN
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata
Kuliah Keperawatan Gerontik
Dosen Mata Ajar : Suyamto A.Kep MPH

Disusun Oleh:
1. Endri
Normawati (2520142434)
2. Laili
Normalina (2520142442)
3. Syva
Alfiana P (2520142461)
4. Zelya
Ramadhani P M (2520142473)
5. Bagas
Aryo W ( 2)
AKADEMI KEPERAWATAN NOTOKUSUMO
YOGYAKARTA
2017
TERAPI KOGNITIF
A.
Pengertian
Terapi kognitif adalah suatu bentuk psikoterapi yang dapat melatih klien
untuk mengubah cara klien menafsirkan dan memandang segala sesuatu pada saat
klien mengalami kekecewaan, sehingga klien merasa lebih baik dan dapat
bertindak lebih produktif.
Terapi kognitif dikembangkan oleh Aaron Beck. Melalui terapi ini individu
diajarkan/ dilatih untuk mengontrol distorsi pikiran/gagasan/ide dengan
benar – benar mempertimbangkan faktor dalam
berkembangnya dan menetapnya gangguan mood. (Townsend, 2005).
Kepribadian adalah watak tempramen spesifik, kreatifitas emosional,
kewajaran, hubungan interpersonal yang dibangun, kebutuhan, harapan, kekikiran,
kedermawaan, arogansi, kemerdekaan, dll. Yang terbentuk sejak masa anak ,
remaja sampai dewasa dini, dan dipertahankan sepanjang kehidupan.
Gangguan kepribadian adalah ciri kepribadian yang kaku
dan mengalahkan diri sendiri, sehingga
mempengaruhi fungsinya dan bahkan menyebabkan gejala psikiatrik, yang
menyebabkan penderita pada pasien atau orang lain atau keduanya dan menimbulkan
maladaptasi sosial (teman, keluarga dan
pekerjaan) kepribadian demikian nampak tidak seimbang, tanpa koordinasi yang
harmonis. Gangguan kepribadian dibagi menjadi tiga kelompok, adalah gangguan
kepribadian kelompok A, B dan C.
Jenis-jenis gangguan
kepribadian adalah:
1.
Kelompok A ditandai dengan gejala pemikiran dan
perilaku yang aneh,yaitu:
a. Gangguan kepribadian skizotipal (tingkah laku yang aneh dan cara
bicara mereka yang tidak wajar)
b.
Gangguan kepribadian skizoid
(Sifat dingin,tidak bergeming saat dikritik atau dipuji, dan tidak tertarik
menjalin hubungan dengan siapa pun, bahkan dengan lawan jenis)
c.
Gangguan kepribadian
paranoid (kecurigaan dan ketidakpercayaan terhadap orang lain)
2. Kelompok B ditandai dengan pola pikir dan perilaku yang tidak
bisa diprediksi, serta emosi yang berlebihan
a.
Gangguan kepribadian ambang
(borderline) adalah Orang yang memiliki dorongan untuk menyakiti diri
sendiri
b.
Gangguan kepribadian
antisosial adalah Orang yang mengabaikan norma sosial dan tidak memiliki
rasa simpati
c.
Gangguan kepribadian
narsistik adalah Orang yang merasa yakin bahwa dirinya lebih istimewa dibandingkan
orang lain
d.
Gangguan kepribadian
histrionik adalah Orang yang biasanya terlalu mencemaskan penampilan
3. Kelompok C ditandai dengan rasa cemas dan ketakutan
a.
Gangguan kepribadian
dependen adalah kondisi dimana seseorang sangat tergantung pada orang
lain
b.
Gangguan kepribadian
menghindar adalah kondisi seseorang
menghindari kontak sosial
c.
Gangguan kepribadian obsesif
kompulsif adalah kondisi dimana seorang tidak bisa bekerja sama dan memilih
untuk menyelesaikan tugasnya sendiri.
B. Tujuan
1. Mengubah
pandangan individu tentang masalah-masalah pada masa kanak-kanak yang diamsusi
dari gangguan kepribadian.
2. Menekankan
perhatian pada faktor situasi..
3. mengubah
pikiran negatif menjadi positif.
4. mengetahui
penyebab perasaan negatif yang dirasakan, membantu mengendalikan diri pencegahan
serta perkembangan pribadi.
5. Mencegah terjadinya gangguan jiwa berat.
6. Membantu mengembangkan kemampuan hubungan sosial.
C. Manfaat
Manfaat terapi kognitif gangguan kepribadian adalah :
1.
Membantu klien dalam mengidentifikasi,
menganalisis, dan menentang keakuratan kognisi negatif klien. Selain itu, juga
untuk memeprkuat persepsi yang lebih kuat dan mendorong perilaku dirancang
untuk mengatasi gangguan kepribadian.
2.
Menjadikan atau melibatkan klien untuk
engungkapkan gangguan kepribadian
3.
Membantu klien mengubah cara berfikir atau
mengembangkan pola pikir yang rasional sehingga tidak terjadi gangguan
kepribadian.
4. Membentuk
kembali pikiran individu yang positif.
5.
Menghilangkan syndrom depresidan mencegah
kekambuhan tanda dan gejala gangguan kepribadian.
D. Proses Pelaksanaan
1.
Sesi 1 : Membina
hubungan saling percaya terhadap pasien
2.
Sesi 2 :
Mengidentifikasi gangguan kepribadian
3.
Sesi 3 :
Mengungkapkan perasaan yang menimbulkan gangguan kepribadian
4.
Sesi
4 : Mengajarkan klien untuk mengevaluasi
pikiran-pikiran yang positif
5.
Sesi 5 :
Penyelesaian masalah agar tidak terjadi gangguan kepribadian
6.
Sesi 6,7,8 : Manfaat tanggapan, ungkapkan hasil dan
membuat buku harian
E. Petunjuk Pelaksanaan Terapi Kognitif
Sesi 1 : Membina
hubungan saling percaya terhadap pasien
1.
Tujuan
Pasien dapat percaya pada perawat
untuk melakukan kegiatan secara bersama.
2.
Setting
Pasien
dengan perawat saling bertatap muka dan berada dalam suatu ruangan yang tenang.
3.
Alat
a.
Diri perawat dan kemampuan untuk membina hubungan
saling percaya terhadap pasien
b.
Tempat duduk dan alat tulis
4.
Metode
a.
Diskusi dan tanya jawab
b.
Perawat dengan pasien saling memperkenalkan diri
5.
Langkah kegiatan
a.
Persiapan
1). Membuat
kontrak waktu dengan pasien
2).
Mempersiapkan alat dan tempat yang kondusif
b.
Orientasi
1)
Salam terapeutik
a)
Perawat memberikan salam kepada pasien
b)
Perkenalkan
nama dan nama panggilan terapis ( pakai papan nama )
c)
Perawat menanyakan nama dan panggilan pasien
2)
Evaluasi/Validasi
a)
Menanyakan tentang perasaan klien dan apa yang
dirasakan pada saat ini.
3)
Kontrak
a)
Menjelaskan tujuan sesi terapi, yaitu membina hubungan
saling percaya antara pasien dengan perawat.
b)
Menjelaskan peraturan terapi : perawat dan pasien
berhadapan / bertatap muka sampai terapi kognitifnya selesai.
c.
Tahap kerja
1)
Terapis memperkenalan diri pada pasien
2)
Pasien memperkenalkan diri dan menyebutkan nama
panggilannya
3)
Memberikan pujian terhadap keberhasilan pasien.
d.
Tahap terminasi
1)
Evaluasi
a)
Terapi menanyakan perasaan klien setelah menjalani
terapi kognitif dengan cara memperkenalkan diri
b)
Terapis
memberikan pujian yang sesuai
2)
Tindak lanjut
a)
Menganjurkan pada pasien untuk mengidentifikasi
pikiran yang belum didiskusikan.
3)
Kontrak akan datang
a)
Menyepakati topik yang akan dibahas.
b)
Menyepakati waktu dan tempat.
4)
Evaluasi dan Dokumentasi
a)
Evaluasi
1)
Ekspresi pasien pada saat terapi.
2)
Evaluasi dilakukan terhadap pencapaian tujuan terapi
b)
Dokumentasi
1). Terapis mendokumentasikan
pencapaian hasil dan rencana terapi yang
dilakukan.
Sesi
2 : Mengidentifikasikan gangguan kepribadian
- Tujuan
Pasien mampu
mengungkapkan penyebab timbulnya gangguan kepribadian kepada perawat.
- Setting
Pasien dan terapis berada dalam suatu ruangan.
- Alat
a.
Diri perawat dan kemampuan untuk mengidentifikasikan
gangguan kepribadian pada pasien
b.
Tempat duduk
- Metode
a. Sharing
b. Diskusi dan
tanya jawab
- Langkah
kegiatan
a.
Persiapan
1). Membuat kontrak waktu dengan pasien
2). Mempersiapkan tempat yang kondusif untuk pasien.
b.
Orientasi
1)
Salam terapeutik
a)Terapi memberikan Salam kepada pasien
2)
Evaluasi/Validasi
a)
Menanyakan perasaan klien pada saat ini.
b)
Menanyakan apa telah mencoba mengidentifikasi
gperasaan tentang gangguan kepribadian yang lainnya
3)
Kontrak
1)
Menjelaskan tujuan sesi terapi, yaitu meningkatkan
kemampuan pasien mengenal hal yang mendasari pada gangguan keperibadian
tersebut
2)
Mejelaskan lama kegiatan yaitu 30 menit
3)
Menjelaskan peraturan terapi : pasien bertatap
muka atau berhadapan dengan perawat sampai terapinya selesai.
c.
Tahap kerja
1)
Diskusikan pikiran otomatis
a)
Tanyakan penyebab terjadinya gangguan kepribadian
b)
Beri respon terhadap pernyataan pasien
c)
Tanyakan tindakan pasien yang telah dilakukan
d)
Anjurkan pasien menuliskan pernyataannya
d.
Tahap terminasi
1)
Evaluasi
a)
Terapi menanyakan perasaan klien setelah menjalani
terapi.
b)
Terapis memberikan pujian yang sesuai
2)
Tindak lanjut
a)
Menganjurkan pada pasien untuk mengidentifikasikan
tindakannya terhadap pikiran otomatis
3)
Kontrak akan
datang
a)
Menyepakati topik yang akan datang.
b)
Menyepakati waktu dan tempat
4)
Evaluasi dan Dokumentasi
a)
Evaluasi
1.
Ekspresi pasien pada saat terapi
2.
Evaluasi dilakukan terhadap pencapaian tujuan terapi
b)
Dokumentasi
1.
Terapis mendokumentasikan hasil pencapaian pasien yang
dilakukan.
Sesi 3
: Mengungkapkan perasaan yang
menimbulkan gangguan kepribadian
1.
Tujuan
a.
Pasien dapat mengungkapkan perasaanya mengenai
gangguan kepribadian pada perawat
2.
Setting
Pasien dan terapis dalam suatu ruangan yang tenang dan nyaman.
3.
Alat
a.
Diri perawat dan kemampuan untuk dapat
berkomunikasi secara terapeutik.
b.
Tempat duduk
4.
Metode
Diskusi dan tanya jawab
5.
Langkah
kegiatan
a.
Persiapan
1)
Mengingatkan kontrak dengan pasien
2)
Mempersiapkan alat dan tempat yang kondusif
b.
Orientasi
1)
Salam terapeutik
Perawat memberikan salam kepada pasien
2)
Evaluasi/Validasi
a)
Menanyakan perasaan klien pada saat ini.
3)
Kontrak
a)
Menjelaskan tujuan terapi, yaitu meningkatkan
kemampuan dan memberi respon positif terhadap perasaannya.
b) Menjelaskan
lama kegiatan yaitu 30 menit.
c)
Menjelaskan peraturan terapi yaitu : pasien duduk
dengan terapis berhadapan atau bertatap muka dari awal sampai selesai.
c.
Tahap kerja
1)
Jelaskan metode 3 kolom
a)
Diskusikan cara menggunakan metode 3 kolom
b)
Diskusikan dengan klien untuk memilih satu pikiran otomatis
yang ingin diselesaikan saat ini
c)
Anjurkan / bantu klien menuliskan pikiran otomatis
pada kolom pertama, alas an pada kolom kedua atau kosongkan saja kolom kedua
d)
Diskusikan tanggapan positif untuk membantah pikiran
negatif yang telah dituliskan dan dorong untuk mengungkapkan keinginan atau hal
– hal yang dapat mengatasi pikiran-pikiran negative
e)
Beri respon terhadap pernyataan pasien
f)
Beri reinforcement positif
g)
Tanyakan tindakan pasien yang direncanakan untuk
mengatasi pikiran otomatis
h)
Motivasi klien berlatih untuk pikiran otomatis yang
lain
d.
Tahap terminasi
1)
Evaluasi
a)
Terapi menanyakan perasaan klien setelah menjalani
terapi.
b)
Terapis memberikan pujian yang sesuai
2)
Tindak lanjut
a)
Menganjurkan pada pasien untuk menggunakan cara metode
3 kolom
b)
Memasukkan kegiatan pada jadwal kegiatan harian
3)
Kontrak akan datang
a)
Menyepakati topic yang akan datang
b)
Menyepakati waktu dan tempat
4)
Evaluasi dan Dokumentasi
a)
Evaluasi
1.
Ekspresi pasien pada saat terapi
2.
Evaluasi dilakukan terhadap pencapaian tujuan terapi
b)
Dokumentasi
1.
Terapis mendokumentasikan pencapaian hasil terapi yang
dilakukan
2.
Dokumentasikan rencana klien sesuai dengan yang telah
dirumuskan.
Sesi 4 : Mengajarkan
klien untuk mengevaluasi pikiran-pikiran yang positif.
1.
Tujuan
a.
Meningkatkan komunikasi perawat dengan pasien
b.
Pasien dapat menuliskan pikiran positif pada perawat
2.
Setting
Pasien dan terapis dalam suatu ruangan yang tenang dan nyaman.
3.
Alat
a.
Diri perawat dan kemampuan untuk dapat
berkomunikasi secara terapeutik.
b.
Tempat duduk, alat tulis dan kertas
4.
Metode
Diskusi dan tanya jawab
5.
Langkah kegiatan
a.
Persiapan
1)
Mengingatkan kontrak dengan pasien
2)
Mempersiapkan alat dan tempat yang kondusif
b.
Orientasi
1)
Salam terapeutik
Salam dari terapis kepada pasien
2)
Evaluasi/Validasi
a)
Menanyakan perasaan klien pada saat ini
b)
Menanyakan apa telah mencoba metode 3 kolom dalam
menyelesaikan masalah
3)
Kontrak
a)
Menjelaskan tujuan terapi, yaitu meningkatkan
kemampuan memberi respon positif terhadap pikiran
b)
Menjelaskan lama kegiatan yaitu 45 menit
c)
Menjelaskan peraturan terapi yaitu : pasien duduk
dengan terapis berhadapan dari awal sampai selesai
c.
Tahap kerja
1)
Anjurkan pasien untuk menuliskan pikiran otomatisnya
2)
Dorong pasien untuk mengomentari tulisannya
3)
Anjurkan pasien untuk melakukannya
d.
Tahap terminasi
1)
Evaluasi
a)
Terapis menanyakan perasaan klien setelah menjalani
terapi
b)
Terapis memberikan pujian yang sesuai
2)
Tindak lanjut
a)
Menganjurkan pada pasien untuk menuliskan setiap apa
yang dipikirkannya dan mengomentari isi tulisannya.
b)
Memasukkan kegiatan pada jadwal kegiatan harian
3)
Kontrak akan datang
a)
Menyepakati topik yang akan datang
b)
Menyepakati waktu dan tempat
4)
Evaluasi dan Dokumentasi
a)
Evaluasi
1. Ekspresi
pasien pada saat terapi
2. Evaluasi
dilakukan terhadap pencapaian tujuan terapi
b)
Dokumentasi
1.
Terapis mendokumentasikan pencapaian hasil terapi yang
dilakukan
Sesi 5 : Penyelesaian masalah agar tidak terjadi gangguan
kepribadian
1.
Tujuan
a.
Meningkatkan komunikasi perawat dengan pasien
b.
Pasien mampu menyelesaikan masalah mengenai gangguan
kepribadian
2.
Setting
Pasien dan terapis
dalam suatu ruangan yang tenang dan nyaman.
3.
Alat
a.
Diri perawat dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah
pasien dengan berkomunikasi secara terapeutik.
b.
Tempat duduk
4.
Metode
a.
Diskusi dan tanya jawab
b.
sharing
5.
Langkah kegiatan
a.
Persiapan
1)
Mengingatkan kontrak waktu dengan pasien
2)
Mempersiapkan tempat yang kondusif
b.
Orientasi
1)
Salam terapeutik
a)
Salam dari terapis kepada pasien
2)
Evaluasi/Validasi
a)
Perawat menanyakan perasaan klien saat ini
b)
Menanyakan apa telah dilakukan untuk menyelesaikan
masalahnya gangguan kepribadian
3)
Kontrak
a)
Menjelaskan tujuan terapi, yaitu pasiem tidak
mengalami gangguan kepribadian lagi
b)
Menjelaskan lama kegiatan yaitu 30 menit
c)
Menjelaskan peraturan terapi yaitu : pasien duduk
dengan terapis berhadapan dari awal sampai selesai
c.
Tahap kerja
1)
Tanyakan masalah baru dan respon penyelesaiannya
2)
Tanyakan kemampuan pasien untuk menanggapi pikiran
negatif
3)
Beri penguatan positif
d.
Tahap terminasi
1)
Evaluasi
a)
Terapis menanyakan perasaan klien setelah menjalani
terapi
b)
Terapis memberikan pujian yang sesuai
2)
Tindak lanjut
a)
Menganjurkan pada pasien untuk menanggapi pikiran
negatif
b)
Memasukkan kegiatan pada jadwal kegiatan harian
3)
Kontrak akan datang
a)
Menyepakati topik yang akan datang
b)
Menyepakati waktu dan tempat
4)
Evaluasi dan
Dokumentasi
a)
Evaluasi
1.
Ekspresi pasien pada saat terapi
2.
Evaluasi yang dilakukan pasien terhadap pencapaian
tujuan terapi
b)
Dokumentasi
1.
Terapis mendokumentasikan pencapaian hasil terapi yang
dilakukan
2.
Dokumentasikan rencana klien sesuai dengan yang telah
dirumuskan.
Sesi 6,7,8 : Manfaat tanggapan, ungkapkan hasil dan membuat buku harian
1.
Tujuan
a.
Meningkatkan kemampuan pasien mengungkapkan hasil
b.
Pasien mampu menyelesaikan masalah
c.
Pasien dapat membuat buku harian sesuai dengan
kegiatan yang dilakukan
2.
Setting
Pasien dan terapis
dalam suatu ruangan yang tenang dan nyaman.
3.
Alat
a.
Diri perawat dan kemampuan untuk dapat berkomunikasi
secara terapeutik.
b.
Tempat duduk, alat tulis dan kertas
4.
Metode
Diskusi dan tanya jawab
5.
Langkah kegiatan
a.
Persiapan
1)
Mengingatkan kontrak dengan pasien
2)
Mempersiapkan alat dan tempat yang kondusif
b.
Orientasi
1)
Salam terapeutik
Salam dari terapis
kepada pasien
2)
Evaluasi/validasi
a)
Menanyakan perasaan klien pada saat ini
b)
Menanyakan apa sudah mencoba menanggapi pikiran
negatif otomatis
3)
Kontrak
a)
Menjelaskan tujuan terapi pada pasien yaitu agar
pasien dapat menyelesaikan masalahnya
b)
Menjelaskan lama kegiatan yaitu 45 menit
c)
Menjelaskan peraturan terapi yaitu : pasien duduk
dengan terapis berhadapan dari awal sampai selesai
c.
Tahap kerja
1)
Diskusikan perasaan setelah menggunakan tahapan
rasional
2)
Beri umpan balik
3)
Diskusikan manfaat tanggapan rasional
4)
Tanyakan apakah dapat menyelesaikan masalah
5)
Tanyakan hambatan yang dialami
6)
Beri persepsi perawat
7)
Diskusiakan cara mengatasi masalah
8)
Anjurkan untuk mengatasi sesuai kemampuan
9)
Mengungkapkan hasil yang diperoleh
10) Membuat buku harian
setiap timbul pikiran negative dan tanggapan rasionalnya atau membaca catatan
pikiran otomatis dan tanggapan rasional yang telah dibuat saat timbul pikiran
negative
d.
Tahap terminasi
1)
Evaluasi
a)
Terapi menanyakan perasaan klien setelah menjalani
terapi kognitif.
b)
Terapis memberikan pujian yang sesuai dengan apa yang
telah dilakukan oleh pasien
2)
Tindak lanjut
a)
Menganjurkan pada pasien selalu menggunakan pikiran
rasional dalam menyelesaikan masalah
b)
Menganjurkan untuk menuliskan kegiatan yang dilakukan
pasien
3)
Kontrak akan datang
a)
Menyepakati topik yang akan datang
b)
Menyepakati waktu dan tempat
4)
Evaluasi dan Dokumentasi
a)
Evaluasi
1.
Perawat melihat ekspresi pasien pada saat terapi
dilakukan sampai terapi selesai
2.
Perawat melakukan evaluasi terhadap pencapaian tujuan
terapi kognitif
b)
Dokumentasi
1.
Terapis mendokumentasikan pencapaian hasil terapi yang
dilakukan
2.
Dokumentasikan rencana klien sesuai dengan yang telah
dirumuskan.
Sesi 9 : Support system
1.
Tujuan
a.
Meningkatkan komunikasi perawat dengan pasien
b.
Pasien mendapat support system
c.
Keluarga dapat menjadi support system bagi pasien
2.
Setting
Pasien, keluarga dan
terapis dalam suatu ruangan yang tenang dan nyaman
3.
Alat
a.
Diri perawat dan kemampuan menggunakan diri secara
terapeutik dengan berkomunikasi secara terapeutik.Tempat duduk
4.
Metode
Diskusi dan tanya jawab
5.
Langkah kegiatan
1.
Persiapan
1)
Mengingatkan kontrak dengan pasien
2)
Mempersiapkan alat dan tempat yang kondusif
2.
Orientasi
a.
Salam terapeutik
1.
Salam dari terapis kepada pasien dan keluarga
b.
Evaluasi/validasi
a)
Menanyakan perasaan klien dan keluarga pada saat ini
b)
Menanyakan apa sudah dilakukan untuk mengatasi
perasaannya
c.
Kontrak
a.
Menjelaskan tujuan terapi, yaitu meningkatkan
kemampuan bersosialisasi pasien
b.
Menjelaskan lama kegiatan yaitu 45 menit
c.
Menjelaskan peraturan terapi yaitu : pasien duduk
dengan terapis berhadapan dari awal sampai selesai
3.
Tahap kerja
a.
Jelaskan pada keluarga tentang terapi kognitif
b.
Libatkan keluarga
c.
Diskusikan dengan keluarga kemampuan yang telah
dimiliki pasien
d.
Anjurkan keluarga untuk siap mendengarkan dan
mendengarkan masalah pasien
e.
Beri reinforcement positif
4.
Tahap terminasi
a.
Evaluasi
1)
Terapi menanyakan perasaan klien dan keluarga setelah
setelah menjalani terapi.
2)
Terapis memberikan pujian yang sesuai
b.
Tindak lanjut
1)
Menganjurkan pada keluarga untuk dapat menerima dan
merawat pasien dirumah
2)
Menganjurkan untuk melaksanakan jadwal kegiatan yang
telah dibuat bersama pasien
c.
Kontrak akan datang
a)
Membuat kesepakatan dengan keluarga untuk dapat
menjadi support system bagi pasien
b)
Menyepakati waktu dan tempat
d.
Evaluasi dan Dokumentasi
1.
Evaluasi
1.
Ekspresi pasien pada saat terapi
2.
Evaluasi dilakukan terhadap pencapaian tujuan terapi
2.
Dokumentasi
1.
Terapis mendokumentasikan pencapaian hasil terapi yang
dilakukan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar