Sabtu, 18 Maret 2017

TERAPI KOGNITIF PADA PASIEN LANSIA DENGAN GANGGUAN KEPRIBADIAN

TERAPI KOGNITIF PADA PASIEN LANSIA
DENGAN
GANGGUAN KEPRIBADIAN

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Gerontik
Dosen Mata Ajar : Suyamto A.Kep MPH


Description: logo akper.jpg
Disusun Oleh:
1.      Endri Normawati                    (2520142434)
2.      Laili Normalina                       (2520142442)
3.      Syva Alfiana P                        (2520142461)
4.      Zelya Ramadhani P M            (2520142473)
5.      Bagas Aryo W                        ( 2)




AKADEMI KEPERAWATAN NOTOKUSUMO
YOGYAKARTA
2017
TERAPI KOGNITIF


A.       Pengertian
Terapi kognitif adalah suatu bentuk psikoterapi yang dapat melatih klien untuk mengubah cara klien menafsirkan dan memandang segala sesuatu pada saat klien mengalami kekecewaan, sehingga klien merasa lebih baik dan dapat bertindak lebih produktif.
Terapi kognitif dikembangkan oleh Aaron Beck. Melalui terapi ini individu diajarkan/ dilatih untuk mengontrol distorsi pikiran/gagasan/ide dengan    benar –  benar mempertimbangkan faktor dalam  berkembangnya  dan  menetapnya gangguan mood. (Townsend, 2005).
Kepribadian adalah watak tempramen spesifik, kreatifitas emosional, kewajaran, hubungan interpersonal yang dibangun, kebutuhan, harapan, kekikiran, kedermawaan, arogansi, kemerdekaan, dll. Yang terbentuk sejak masa anak , remaja sampai dewasa dini, dan dipertahankan sepanjang kehidupan.
Gangguan kepribadian adalah ciri kepribadian yang kaku dan mengalahkan diri sendiri, sehingga mempengaruhi fungsinya dan bahkan menyebabkan gejala psikiatrik, yang menyebabkan penderita pada pasien atau orang lain atau keduanya dan menimbulkan maladaptasi sosial  (teman, keluarga dan pekerjaan) kepribadian demikian nampak tidak seimbang, tanpa koordinasi yang harmonis. Gangguan kepribadian dibagi menjadi tiga kelompok, adalah gangguan kepribadian kelompok A, B dan C.
Jenis-jenis gangguan kepribadian adalah:
1.       Kelompok A ditandai dengan gejala pemikiran dan perilaku yang aneh,yaitu:
a.    Gangguan kepribadian skizotipal (tingkah laku yang aneh dan cara bicara mereka yang tidak wajar)
b.    Gangguan kepribadian skizoid (Sifat dingin,tidak bergeming saat dikritik atau dipuji, dan tidak tertarik menjalin hubungan dengan siapa pun, bahkan dengan lawan jenis)
c.    Gangguan kepribadian paranoid (kecurigaan dan ketidakpercayaan terhadap orang lain)
2.       Kelompok B ditandai dengan pola pikir dan perilaku yang tidak bisa diprediksi, serta emosi yang berlebihan
a.    Gangguan kepribadian ambang (borderline) adalah Orang yang memiliki dorongan untuk menyakiti diri sendiri
b.    Gangguan kepribadian antisosial adalah Orang yang mengabaikan norma sosial dan tidak memiliki rasa simpati
c.    Gangguan kepribadian narsistik adalah Orang yang merasa yakin  bahwa dirinya lebih istimewa dibandingkan orang lain
d.    Gangguan kepribadian histrionik adalah Orang yang biasanya terlalu mencemaskan penampilan
3.       Kelompok C ditandai dengan rasa cemas dan ketakutan
a.    Gangguan kepribadian dependen adalah kondisi dimana seseorang sangat tergantung pada orang lain
b.    Gangguan kepribadian menghindar adalah kondisi seseorang  menghindari kontak sosial
c.    Gangguan kepribadian obsesif kompulsif adalah kondisi dimana seorang tidak bisa bekerja sama dan memilih untuk menyelesaikan tugasnya sendiri.

B.       Tujuan
1.    Mengubah pandangan individu tentang masalah-masalah pada masa kanak-kanak yang diamsusi dari gangguan kepribadian.
2.    Menekankan perhatian pada faktor situasi..
3.    mengubah pikiran negatif menjadi positif.
4.    mengetahui penyebab perasaan negatif yang dirasakan, membantu mengendalikan diri pencegahan serta perkembangan pribadi.
5.    Mencegah terjadinya gangguan jiwa berat.
6.    Membantu mengembangkan kemampuan hubungan sosial.

C.      Manfaat
Manfaat terapi kognitif gangguan kepribadian adalah :
1.    Membantu klien dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menentang keakuratan kognisi negatif klien. Selain itu, juga untuk memeprkuat persepsi yang lebih kuat dan mendorong perilaku dirancang untuk mengatasi gangguan kepribadian.
2.    Menjadikan atau melibatkan klien untuk engungkapkan gangguan kepribadian
3.    Membantu klien mengubah cara berfikir atau mengembangkan pola pikir yang rasional sehingga tidak terjadi gangguan kepribadian.
4.    Membentuk kembali pikiran individu yang positif.
5.    Menghilangkan syndrom depresidan mencegah kekambuhan tanda dan gejala gangguan kepribadian.

D.      Proses Pelaksanaan
1.    Sesi 1       : Membina hubungan saling percaya terhadap pasien
2.    Sesi 2       : Mengidentifikasi gangguan kepribadian
3.    Sesi 3       : Mengungkapkan perasaan yang menimbulkan gangguan kepribadian
4.     Sesi 4       : Mengajarkan klien untuk mengevaluasi pikiran-pikiran yang positif
5.    Sesi 5       : Penyelesaian masalah agar tidak terjadi gangguan kepribadian
6.    Sesi 6,7,8 : Manfaat tanggapan, ungkapkan hasil dan membuat buku harian






E.       Petunjuk Pelaksanaan Terapi Kognitif
Sesi 1   : Membina hubungan saling percaya terhadap pasien
1.    Tujuan
Pasien dapat percaya pada perawat untuk melakukan kegiatan secara bersama.
2.     Setting
Pasien dengan perawat saling bertatap muka dan berada dalam suatu ruangan yang tenang.
3.    Alat
a.    Diri perawat dan kemampuan untuk membina hubungan saling percaya terhadap pasien
b.    Tempat duduk dan alat tulis
4.    Metode
a.    Diskusi dan tanya jawab
b.    Perawat dengan pasien saling memperkenalkan diri
5.    Langkah kegiatan
a.    Persiapan
1). Membuat kontrak waktu dengan pasien
2). Mempersiapkan alat dan tempat yang kondusif
b.    Orientasi
1)   Salam terapeutik
a)    Perawat memberikan salam kepada pasien
b)    Perkenalkan nama dan nama panggilan terapis ( pakai papan nama )
c)    Perawat menanyakan nama dan panggilan pasien
2)    Evaluasi/Validasi
a)    Menanyakan tentang perasaan klien dan apa yang dirasakan pada saat ini.



3)    Kontrak
a)        Menjelaskan tujuan sesi terapi, yaitu membina hubungan saling percaya antara pasien dengan perawat.
b)        Menjelaskan peraturan terapi : perawat dan pasien berhadapan / bertatap muka sampai terapi kognitifnya selesai.
c.    Tahap kerja
1)   Terapis memperkenalan diri pada pasien
2)   Pasien memperkenalkan diri dan menyebutkan nama panggilannya
3)   Memberikan pujian terhadap keberhasilan pasien.
d.     Tahap terminasi
1)   Evaluasi
a)   Terapi menanyakan perasaan klien setelah menjalani terapi kognitif dengan cara memperkenalkan diri
b)    Terapis memberikan pujian yang sesuai
2)    Tindak lanjut
a)   Menganjurkan pada pasien untuk mengidentifikasi pikiran yang belum  didiskusikan.
3)   Kontrak akan datang
a)   Menyepakati topik yang akan dibahas.
b)   Menyepakati waktu dan tempat.
4)     Evaluasi dan Dokumentasi
a)    Evaluasi
1)      Ekspresi pasien pada saat terapi.
2)      Evaluasi dilakukan terhadap pencapaian tujuan terapi
b)    Dokumentasi
1). Terapis mendokumentasikan pencapaian hasil dan rencana  terapi yang dilakukan.




 Sesi 2   : Mengidentifikasikan gangguan kepribadian
  1. Tujuan
Pasien mampu mengungkapkan penyebab timbulnya gangguan kepribadian  kepada perawat.
  1. Setting
 Pasien dan terapis berada dalam suatu ruangan.
  1. Alat
a.    Diri perawat dan kemampuan untuk mengidentifikasikan gangguan kepribadian pada pasien
b.    Tempat duduk
  1. Metode
a.    Sharing
b.    Diskusi dan tanya jawab
  1. Langkah kegiatan
a.    Persiapan
1). Membuat kontrak waktu dengan pasien
2). Mempersiapkan tempat yang kondusif untuk pasien.
b.    Orientasi
1)   Salam terapeutik
a)Terapi memberikan Salam kepada pasien
2)   Evaluasi/Validasi
a)    Menanyakan perasaan klien pada saat ini.
b)   Menanyakan apa telah mencoba mengidentifikasi gperasaan tentang gangguan kepribadian yang lainnya
3)   Kontrak
1)   Menjelaskan tujuan sesi terapi, yaitu meningkatkan kemampuan pasien mengenal  hal yang mendasari pada gangguan keperibadian tersebut
2)   Mejelaskan lama kegiatan yaitu 30 menit
3)    Menjelaskan peraturan terapi : pasien bertatap muka atau berhadapan dengan perawat sampai terapinya selesai.
c.    Tahap kerja
1)   Diskusikan pikiran otomatis
a)    Tanyakan penyebab terjadinya gangguan kepribadian
b)   Beri respon terhadap pernyataan pasien
c)    Tanyakan tindakan pasien yang telah dilakukan
d)   Anjurkan pasien menuliskan pernyataannya
d.     Tahap terminasi
1)       Evaluasi
a)   Terapi menanyakan perasaan klien setelah menjalani terapi.
b)   Terapis memberikan pujian yang sesuai
2)       Tindak lanjut
a)   Menganjurkan pada pasien untuk mengidentifikasikan tindakannya terhadap pikiran otomatis
3)       Kontrak akan datang
a)   Menyepakati topik yang akan datang.
b)   Menyepakati waktu dan tempat
4)       Evaluasi dan Dokumentasi
a)   Evaluasi
1.    Ekspresi pasien pada saat terapi
2.    Evaluasi dilakukan terhadap pencapaian tujuan terapi
b)   Dokumentasi
1.    Terapis mendokumentasikan hasil pencapaian pasien yang dilakukan.






Sesi 3  : Mengungkapkan perasaan yang menimbulkan gangguan kepribadian
1.      Tujuan
a.    Pasien dapat mengungkapkan perasaanya mengenai gangguan kepribadian pada perawat
2.      Setting
Pasien dan terapis dalam suatu ruangan yang tenang dan nyaman.
3.      Alat
a.       Diri perawat dan kemampuan untuk dapat  berkomunikasi secara terapeutik.
b.      Tempat duduk
4.      Metode
Diskusi dan tanya jawab
5.       Langkah kegiatan
a.    Persiapan
1)      Mengingatkan kontrak dengan pasien
2)      Mempersiapkan alat dan tempat yang kondusif
b.     Orientasi
1)    Salam terapeutik
Perawat memberikan salam kepada pasien
2)    Evaluasi/Validasi
a)   Menanyakan perasaan klien pada saat ini.
3)     Kontrak
a)   Menjelaskan tujuan terapi, yaitu meningkatkan kemampuan dan memberi  respon positif terhadap perasaannya.
b) Menjelaskan lama kegiatan yaitu 30 menit.
c)   Menjelaskan peraturan terapi yaitu : pasien duduk dengan terapis berhadapan atau bertatap muka dari awal sampai selesai.
c.       Tahap kerja
1)      Jelaskan metode 3 kolom
a)     Diskusikan cara menggunakan metode 3 kolom
b)   Diskusikan dengan klien untuk memilih satu pikiran otomatis yang ingin  diselesaikan saat ini
c)    Anjurkan / bantu klien menuliskan pikiran otomatis pada kolom pertama, alas an pada kolom kedua atau kosongkan saja kolom kedua
d)   Diskusikan tanggapan positif untuk membantah pikiran negatif yang telah dituliskan dan dorong untuk mengungkapkan keinginan atau hal – hal yang dapat mengatasi pikiran-pikiran negative
e)     Beri respon terhadap pernyataan pasien
f)     Beri reinforcement positif
g)   Tanyakan tindakan pasien yang direncanakan untuk mengatasi pikiran otomatis
h)    Motivasi klien berlatih untuk pikiran otomatis yang lain
d.      Tahap terminasi
1)        Evaluasi
a)         Terapi menanyakan perasaan klien setelah menjalani terapi.
b)        Terapis memberikan pujian yang sesuai
2)        Tindak lanjut
a)         Menganjurkan pada pasien untuk menggunakan cara metode 3 kolom
b)        Memasukkan kegiatan pada jadwal kegiatan harian
3)        Kontrak akan datang
a)         Menyepakati topic yang akan datang
b)        Menyepakati waktu dan tempat
4)        Evaluasi dan Dokumentasi
a)         Evaluasi
1.        Ekspresi pasien pada saat terapi
2.        Evaluasi dilakukan terhadap pencapaian tujuan terapi
b)        Dokumentasi
1.        Terapis mendokumentasikan pencapaian hasil terapi yang dilakukan
2.        Dokumentasikan rencana klien sesuai dengan yang telah dirumuskan.

      Sesi 4  : Mengajarkan klien untuk mengevaluasi pikiran-pikiran yang positif.
1.         Tujuan
a.         Meningkatkan komunikasi perawat dengan pasien
b.        Pasien dapat menuliskan pikiran positif pada perawat
2.         Setting
Pasien dan terapis dalam suatu ruangan yang tenang dan nyaman.
3.         Alat
a.         Diri perawat dan kemampuan untuk dapat  berkomunikasi secara terapeutik.
b.        Tempat duduk, alat tulis dan kertas
4.         Metode
Diskusi dan tanya jawab
5.         Langkah kegiatan
a.         Persiapan
1)        Mengingatkan kontrak dengan pasien
2)        Mempersiapkan alat dan tempat yang kondusif
b.        Orientasi
1)        Salam terapeutik
Salam dari terapis kepada pasien
2)        Evaluasi/Validasi
a)         Menanyakan perasaan klien pada saat ini
b)        Menanyakan apa telah mencoba metode 3 kolom dalam menyelesaikan masalah
3)        Kontrak
a)         Menjelaskan tujuan terapi, yaitu meningkatkan kemampuan memberi  respon positif terhadap pikiran
b)        Menjelaskan lama kegiatan yaitu 45 menit
c)         Menjelaskan peraturan terapi yaitu : pasien duduk dengan terapis berhadapan dari awal sampai selesai
c.         Tahap kerja
1)        Anjurkan pasien untuk menuliskan pikiran otomatisnya
2)        Dorong pasien untuk mengomentari tulisannya
3)        Anjurkan pasien untuk melakukannya
d.        Tahap terminasi
1)   Evaluasi
a)    Terapis menanyakan perasaan klien setelah menjalani terapi
b)   Terapis memberikan pujian yang sesuai
2)   Tindak lanjut
a)      Menganjurkan pada pasien untuk menuliskan setiap apa yang dipikirkannya dan mengomentari isi tulisannya.
b)      Memasukkan kegiatan pada jadwal kegiatan harian
3)   Kontrak akan datang
a)    Menyepakati topik yang akan datang
b)   Menyepakati waktu dan tempat
4)      Evaluasi dan Dokumentasi
a)    Evaluasi
1.    Ekspresi pasien pada saat terapi
2.    Evaluasi dilakukan terhadap pencapaian tujuan terapi
b)   Dokumentasi
1.    Terapis mendokumentasikan pencapaian hasil terapi yang dilakukan




Sesi 5  : Penyelesaian masalah agar tidak terjadi gangguan kepribadian
1.      Tujuan
a.    Meningkatkan komunikasi perawat dengan pasien
b.    Pasien mampu menyelesaikan masalah mengenai gangguan kepribadian
2.      Setting
Pasien dan terapis dalam suatu ruangan yang tenang dan nyaman.
3.      Alat
a.    Diri perawat dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah pasien dengan berkomunikasi secara terapeutik.
b.   Tempat duduk
4.      Metode
a.     Diskusi dan tanya jawab
b.    sharing
5.      Langkah kegiatan
a.       Persiapan
1)      Mengingatkan kontrak waktu dengan pasien
2)      Mempersiapkan tempat yang kondusif
b.      Orientasi
1)      Salam terapeutik
a)      Salam dari terapis kepada pasien
2)      Evaluasi/Validasi
a)      Perawat menanyakan perasaan klien saat ini
b)      Menanyakan apa telah dilakukan untuk menyelesaikan masalahnya gangguan kepribadian
3)      Kontrak
a)        Menjelaskan tujuan terapi, yaitu pasiem tidak mengalami gangguan kepribadian lagi
b)        Menjelaskan lama kegiatan yaitu 30 menit
c)        Menjelaskan peraturan terapi yaitu : pasien duduk dengan terapis berhadapan dari awal sampai selesai
c.       Tahap kerja
1)      Tanyakan masalah baru dan respon penyelesaiannya
2)      Tanyakan kemampuan pasien untuk menanggapi pikiran negatif
3)      Beri penguatan positif
d.      Tahap terminasi
1)      Evaluasi
a)      Terapis menanyakan perasaan klien setelah menjalani terapi
b)      Terapis memberikan pujian yang sesuai
2)      Tindak lanjut
a)      Menganjurkan pada pasien untuk menanggapi pikiran negatif
b)      Memasukkan kegiatan pada jadwal kegiatan harian
3)      Kontrak akan datang
a)      Menyepakati topik yang akan datang
b)      Menyepakati waktu dan tempat
4)       Evaluasi dan Dokumentasi
a)      Evaluasi
1.      Ekspresi pasien pada saat terapi
2.      Evaluasi yang dilakukan pasien terhadap pencapaian tujuan terapi
b)      Dokumentasi
1.      Terapis mendokumentasikan pencapaian hasil terapi yang dilakukan
2.      Dokumentasikan rencana klien sesuai dengan yang telah dirumuskan.







Sesi 6,7,8 : Manfaat tanggapan, ungkapkan hasil dan membuat buku harian
1.      Tujuan
a.       Meningkatkan kemampuan pasien mengungkapkan hasil
b.      Pasien mampu menyelesaikan masalah
c.       Pasien dapat membuat buku harian sesuai dengan kegiatan yang dilakukan
2.      Setting
Pasien dan terapis dalam suatu ruangan yang tenang dan nyaman.
3.      Alat
a.       Diri perawat dan kemampuan untuk dapat berkomunikasi secara terapeutik.
b.      Tempat duduk, alat tulis dan kertas
4.      Metode
Diskusi dan tanya jawab
5.      Langkah kegiatan
a.       Persiapan
1)      Mengingatkan kontrak dengan pasien
2)      Mempersiapkan alat dan tempat yang kondusif
b.      Orientasi
1)      Salam terapeutik
Salam dari terapis kepada pasien
2)      Evaluasi/validasi
a)      Menanyakan perasaan klien pada saat ini
b)      Menanyakan apa sudah mencoba menanggapi pikiran negatif otomatis
3)      Kontrak
a)      Menjelaskan tujuan terapi pada pasien yaitu agar pasien dapat menyelesaikan masalahnya
b)      Menjelaskan lama kegiatan yaitu 45 menit
c)      Menjelaskan peraturan terapi yaitu : pasien duduk dengan terapis berhadapan dari awal sampai selesai
c.       Tahap kerja
1)      Diskusikan perasaan setelah menggunakan tahapan rasional
2)      Beri umpan balik
3)      Diskusikan manfaat tanggapan rasional
4)      Tanyakan apakah dapat menyelesaikan masalah
5)      Tanyakan hambatan yang dialami
6)      Beri persepsi perawat
7)      Diskusiakan cara mengatasi masalah
8)      Anjurkan untuk mengatasi sesuai kemampuan
9)      Mengungkapkan hasil yang diperoleh
10)  Membuat buku harian setiap timbul pikiran negative dan tanggapan rasionalnya atau membaca catatan pikiran otomatis dan tanggapan rasional yang telah dibuat saat timbul pikiran negative
d.      Tahap terminasi
1)      Evaluasi
a)      Terapi menanyakan perasaan klien setelah menjalani terapi kognitif.
b)      Terapis memberikan pujian yang sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh pasien
2)      Tindak lanjut
a)      Menganjurkan pada pasien selalu menggunakan pikiran rasional dalam menyelesaikan masalah
b)      Menganjurkan untuk menuliskan kegiatan yang dilakukan pasien
3)      Kontrak akan datang
a)      Menyepakati topik yang akan datang
b)      Menyepakati waktu dan tempat


4)      Evaluasi dan Dokumentasi
a)      Evaluasi
1.      Perawat melihat ekspresi pasien pada saat terapi dilakukan sampai terapi selesai
2.      Perawat melakukan evaluasi terhadap pencapaian tujuan terapi kognitif
b)      Dokumentasi
1.      Terapis mendokumentasikan pencapaian hasil terapi yang dilakukan
2.      Dokumentasikan rencana klien sesuai dengan yang telah dirumuskan.
Sesi 9 : Support system
1.      Tujuan
a.       Meningkatkan komunikasi perawat dengan pasien
b.      Pasien mendapat support system
c.       Keluarga dapat menjadi support system bagi pasien
2.      Setting
Pasien, keluarga dan terapis dalam suatu ruangan yang tenang dan nyaman
3.      Alat
a.       Diri perawat dan kemampuan menggunakan diri secara terapeutik dengan  berkomunikasi secara terapeutik.Tempat duduk
4.      Metode
Diskusi dan tanya jawab
5.      Langkah kegiatan
1.      Persiapan
1)      Mengingatkan kontrak dengan pasien
2)      Mempersiapkan alat dan tempat yang kondusif
2.      Orientasi
a.       Salam terapeutik
1.      Salam dari terapis kepada pasien dan keluarga
b.      Evaluasi/validasi
a)      Menanyakan perasaan klien dan keluarga pada saat ini
b)      Menanyakan apa sudah dilakukan untuk mengatasi perasaannya
c.       Kontrak
a.       Menjelaskan tujuan terapi, yaitu meningkatkan kemampuan  bersosialisasi pasien
b.      Menjelaskan lama kegiatan yaitu 45 menit
c.       Menjelaskan peraturan terapi yaitu : pasien duduk dengan terapis berhadapan dari awal sampai selesai
3.      Tahap kerja
a.       Jelaskan pada keluarga tentang terapi kognitif
b.      Libatkan keluarga
c.       Diskusikan dengan keluarga kemampuan yang telah dimiliki pasien
d.      Anjurkan keluarga untuk siap mendengarkan dan mendengarkan masalah pasien
e.       Beri reinforcement positif
4.      Tahap terminasi
a.       Evaluasi
1)      Terapi menanyakan perasaan klien dan keluarga setelah setelah menjalani terapi.
2)      Terapis memberikan pujian yang sesuai
b.      Tindak lanjut
1)      Menganjurkan pada keluarga untuk dapat menerima dan merawat pasien dirumah
2)      Menganjurkan untuk melaksanakan jadwal kegiatan yang telah dibuat  bersama pasien
c.       Kontrak akan datang
a)      Membuat kesepakatan dengan keluarga untuk dapat menjadi support system  bagi pasien
b)      Menyepakati waktu dan tempat
d.      Evaluasi dan Dokumentasi
1.      Evaluasi
1.      Ekspresi pasien pada saat terapi
2.      Evaluasi dilakukan terhadap pencapaian tujuan terapi
2.      Dokumentasi
1.      Terapis mendokumentasikan pencapaian hasil terapi yang dilakukan